Kamis, 17 September 2015

Malu Donggggg!


Saya adalah wanita berumur 16 tahun, mempunyai 1 kaka laki-laki dan 1 adik laki-laki, saya anak tengah. TEUUU NANYAAA!!!

Nah langsung aja kecerita yang satu ini. Pasti kalian suka lupa bawa anduk ke kamar mandi buat mandi. Iya kann????

Once upon a time, there was a little girl pulang dari sekolahnya. Dan saya pun berniat untuk mandi sore. Lalu saya pun pergi ke kamar saya untuk membawa anduk. Tetapi ketika saya masuk kekamar, saya pun lupa kalau saya masuk kamar itu mau ngapainnn?!  Oleh karena itu otomatis saya pun langsung masuk aja ke kamar mandi yang terletak di dapur. Dan saya pun mandi dengan tenangnya tanpa merisaukan apapun. Saya menggosok gigi dengan pengorbanan sebelumnya, pengorbanan merejelkeun pasta gigi nu wadahna geus ipis tak ada isinya, untung ada sedikit lagi, cukup untuk gigiku ini :D  Lalu diriku pun keramas menggunakan sampho yang tinggal dedekna. Terpaksa diriku pun melakukan tindakan seperti memasukan air pada botol sampho tersebut dan mengocoknya.. yeaaaaaahhh.. setelah ku selesai mandi, diriku pun mulai mencari sesuatu. ANDUK!!!! Saya baru ingat kalo tadi ke kamar teh mau ngambil anduk! Dan sayapun gogorowokan “MAHHHH! PANG AMBILKEUN ANDUKKK HILAPPPPP!” tidak ada balasan sama sekali, dan saya pun ngajorowok lagi “Mahhhh???” lalu terdengar suara adiku yang satu ini dan dia bilang apa coba???? Dia bilang ..

“LUMPAT WEE ATUH TEHHH!!!”

Whattttttttttts????????? Bayangkeun cobaaa! URANG DITITAH LUMPAT TI KAMAR MANDI 
NEPI KA KAMAR GEUS MANDI TEU MAKE ANDUKKK!!

Begitu Sexy nya diriku saat itu! Tapi untung lah datang mamahku tercinta membawakan sehelai anduk yang sangat berharga saat ituu

Maka “JANGANLAH LUPA MEMBAWA ANDUK SAAT MAU MANDI!”

Wahh Iyahh??

Rabu, 16 September 2015

Kisah SMP

Diawali dengan dengan pertama masuk sekolah menengah pertama (smp). Dimana saya waktu itu anak kelas 7 yang tak berdaya dibanding kaka kelas. Apalagi kaka kelas yang baru naik kelas ke kelas 8, yang baru merasakan menjadi kaka kelas dan mungkin berperasaan “TAH AING KAKAK KELAS!”  Eh maaf teteh, akang kiding ieu mah kiding :D heeee “Wahh Iyah??

Dan dengan melihat kaka kelas yang dulu seperti itu, diriku pun menunggu saat dimana diriku naik kelass untuk mencoba lebih kejam dari pada itu! Dan diriku pun sudah merencanakannya! Jika diriku sudah kelas 8, jika diriku berpapasan dengan adik kelas akan ku tengkas sukunya dan ku ambil hatinya :G aaaaaaaaaa ... tapi semua itu sirna, ketika diriku mendengar bahwa aku tidak naik kelas! Tapi saya naik tingkat dari kelas satu menjadi kelas 2 iyeeeeeeeayyyy!! “Wah Iyah??”
Aku pun merasakan dimana diriku telah menjadi anak kelas 9, yang melihat adik kelas 8 malah lebih sangar daripada anak kelas 9 :D “Wahh Iyah??”

Masa kabur dengan kawanku
Saat itu hari kemerdekaan Indonesia, dan saya pun melaksanakan upacara bendera di sekolah. Dan setelah upacara, kami dirusuh beberesih kelas, sedangkan orang” yang aktif pergi kembali upacara di Alun-alun. Dan kami pun inisiatif untuk kabur dari sekolah untuk melihat upacara di alun-alun. Dengan tangtangan seorang satpam yang bernama mang Sapri dengan wajah garang dan galak. Kami pun lumpat melewati gebrang yang mang Saprinya entah kemana. Dan kami berhasil dengan napas ngos-ngosan. Kami naik angkot jurusan tanjungsari-sumedang. Dan akhirnya setelah naik angkot, angkot tersebut malah berhenti di depan gerbang sekolah! Karena gue naik angkotnya di koramil(sebelum sekolah, jadi kalo mau ke alun-alun teh pasti ngalewatan deui sakola). Setelah berhenti angkot tersebut, guru-guru pun berdatangan dari gerbang sekolah dan pasti naik angkot yang kami naiki! Terus kumaha??? Atuh ngke kapanggih! Nya dinu angkotnya aya ibu-ibu ngomong “ehh neng kalaburnyaa?!”  Nya kami pun turun deui tinu angkot tanpa mayar jeung era deuih si ibu-ibu teh jg nanya, lalu kamipun lumpat katukang potokopian. Dan diriku bertanya kepada kawan kaburku “kumaha ieu teh nings?” da ngarana si Ningsih. Dia pun menjawab “teuingg :D” dan akhirnya kami menaiki angkot yang selanjutnya dan sampailah di alun-alun =D Yeeeeee ...
Setelah saampai di alun-alun, kami pun baru sadar kalo di alun-alun itu banyak guru jugaa! Dan dipikir pikir lagi, meskipun tadi ketemu guru diangkot pun gaakan apa apaaa! Tinggal bilang aja, mau ke alun-alun ikut upacara. Hadeuhhh.. ini gue yang bego apa si ningsih yang cileupeung ga karuan? Tong di jawab!
Jadi intinya, “janganlah kau mencoba kabur dari sekolah, kalau mencoba kau kabur ingat! Lihat pengalaman gue yang diatas!”

Jangan coba coba tidak mencontohnya!