Rabu, 16 September 2015

Kisah SMP

Diawali dengan dengan pertama masuk sekolah menengah pertama (smp). Dimana saya waktu itu anak kelas 7 yang tak berdaya dibanding kaka kelas. Apalagi kaka kelas yang baru naik kelas ke kelas 8, yang baru merasakan menjadi kaka kelas dan mungkin berperasaan “TAH AING KAKAK KELAS!”  Eh maaf teteh, akang kiding ieu mah kiding :D heeee “Wahh Iyah??

Dan dengan melihat kaka kelas yang dulu seperti itu, diriku pun menunggu saat dimana diriku naik kelass untuk mencoba lebih kejam dari pada itu! Dan diriku pun sudah merencanakannya! Jika diriku sudah kelas 8, jika diriku berpapasan dengan adik kelas akan ku tengkas sukunya dan ku ambil hatinya :G aaaaaaaaaa ... tapi semua itu sirna, ketika diriku mendengar bahwa aku tidak naik kelas! Tapi saya naik tingkat dari kelas satu menjadi kelas 2 iyeeeeeeeayyyy!! “Wah Iyah??”
Aku pun merasakan dimana diriku telah menjadi anak kelas 9, yang melihat adik kelas 8 malah lebih sangar daripada anak kelas 9 :D “Wahh Iyah??”

Masa kabur dengan kawanku
Saat itu hari kemerdekaan Indonesia, dan saya pun melaksanakan upacara bendera di sekolah. Dan setelah upacara, kami dirusuh beberesih kelas, sedangkan orang” yang aktif pergi kembali upacara di Alun-alun. Dan kami pun inisiatif untuk kabur dari sekolah untuk melihat upacara di alun-alun. Dengan tangtangan seorang satpam yang bernama mang Sapri dengan wajah garang dan galak. Kami pun lumpat melewati gebrang yang mang Saprinya entah kemana. Dan kami berhasil dengan napas ngos-ngosan. Kami naik angkot jurusan tanjungsari-sumedang. Dan akhirnya setelah naik angkot, angkot tersebut malah berhenti di depan gerbang sekolah! Karena gue naik angkotnya di koramil(sebelum sekolah, jadi kalo mau ke alun-alun teh pasti ngalewatan deui sakola). Setelah berhenti angkot tersebut, guru-guru pun berdatangan dari gerbang sekolah dan pasti naik angkot yang kami naiki! Terus kumaha??? Atuh ngke kapanggih! Nya dinu angkotnya aya ibu-ibu ngomong “ehh neng kalaburnyaa?!”  Nya kami pun turun deui tinu angkot tanpa mayar jeung era deuih si ibu-ibu teh jg nanya, lalu kamipun lumpat katukang potokopian. Dan diriku bertanya kepada kawan kaburku “kumaha ieu teh nings?” da ngarana si Ningsih. Dia pun menjawab “teuingg :D” dan akhirnya kami menaiki angkot yang selanjutnya dan sampailah di alun-alun =D Yeeeeee ...
Setelah saampai di alun-alun, kami pun baru sadar kalo di alun-alun itu banyak guru jugaa! Dan dipikir pikir lagi, meskipun tadi ketemu guru diangkot pun gaakan apa apaaa! Tinggal bilang aja, mau ke alun-alun ikut upacara. Hadeuhhh.. ini gue yang bego apa si ningsih yang cileupeung ga karuan? Tong di jawab!
Jadi intinya, “janganlah kau mencoba kabur dari sekolah, kalau mencoba kau kabur ingat! Lihat pengalaman gue yang diatas!”

Jangan coba coba tidak mencontohnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar