Diawali dengan dengan pertama masuk sekolah menengah pertama
(smp). Dimana saya waktu itu anak kelas 7 yang tak berdaya dibanding kaka
kelas. Apalagi kaka kelas yang baru naik kelas ke kelas 8, yang baru merasakan
menjadi kaka kelas dan mungkin berperasaan “TAH AING KAKAK KELAS!” Eh maaf teteh, akang kiding ieu mah kiding :D
heeee “Wahh Iyah??
Dan dengan melihat kaka kelas yang dulu seperti itu, diriku
pun menunggu saat dimana diriku naik kelass untuk mencoba lebih kejam dari pada
itu! Dan diriku pun sudah merencanakannya! Jika diriku sudah kelas 8, jika
diriku berpapasan dengan adik kelas akan ku tengkas sukunya dan ku ambil
hatinya :G aaaaaaaaaa ... tapi semua itu sirna, ketika diriku mendengar bahwa
aku tidak naik kelas! Tapi saya naik tingkat dari kelas satu menjadi kelas 2
iyeeeeeeeayyyy!! “Wah Iyah??”
Aku pun merasakan dimana diriku telah menjadi anak kelas 9,
yang melihat adik kelas 8 malah lebih sangar daripada anak kelas 9 :D “Wahh
Iyah??”
Masa kabur dengan kawanku
Saat itu hari kemerdekaan Indonesia, dan saya pun
melaksanakan upacara bendera di sekolah. Dan setelah upacara, kami dirusuh
beberesih kelas, sedangkan orang” yang aktif pergi kembali upacara di
Alun-alun. Dan kami pun inisiatif untuk kabur dari sekolah untuk melihat upacara
di alun-alun. Dengan tangtangan seorang satpam yang bernama mang Sapri dengan
wajah garang dan galak. Kami pun lumpat melewati gebrang yang mang Saprinya
entah kemana. Dan kami berhasil dengan napas ngos-ngosan. Kami naik angkot
jurusan tanjungsari-sumedang. Dan akhirnya setelah naik angkot, angkot tersebut
malah berhenti di depan gerbang sekolah! Karena gue naik angkotnya di
koramil(sebelum sekolah, jadi kalo mau ke alun-alun teh pasti ngalewatan deui
sakola). Setelah berhenti angkot tersebut, guru-guru pun berdatangan dari
gerbang sekolah dan pasti naik angkot yang kami naiki! Terus kumaha??? Atuh
ngke kapanggih! Nya dinu angkotnya aya ibu-ibu ngomong “ehh neng
kalaburnyaa?!” Nya kami pun turun deui
tinu angkot tanpa mayar jeung era deuih si ibu-ibu teh jg nanya, lalu kamipun lumpat
katukang potokopian. Dan diriku bertanya kepada kawan kaburku “kumaha ieu teh
nings?” da ngarana si Ningsih. Dia pun menjawab “teuingg :D” dan akhirnya kami
menaiki angkot yang selanjutnya dan sampailah di alun-alun =D Yeeeeee ...
Setelah saampai di alun-alun, kami pun baru sadar kalo di
alun-alun itu banyak guru jugaa! Dan dipikir pikir lagi, meskipun tadi ketemu
guru diangkot pun gaakan apa apaaa! Tinggal bilang aja, mau ke alun-alun ikut upacara.
Hadeuhhh.. ini gue yang bego apa si ningsih yang cileupeung ga karuan? Tong di
jawab!
Jadi intinya, “janganlah kau mencoba kabur dari sekolah,
kalau mencoba kau kabur ingat! Lihat pengalaman gue yang diatas!”
Jangan coba coba tidak mencontohnya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar